Sejarah medis diabetes dimulai jauh sebelum mikroskop dan tes laboratorium ditemukan. Penyakit ini pertama kali terdokumentasi dalam salah satu dokumen medis tertua di dunia, yaitu Papirus Ebers dari Mesir yang berasal dari sekitar tahun 1550 SM. Dalam dokumen tersebut, para tabib Mesir kuno menggambarkan sebuah kondisi langka yang menyebabkan seseorang sering buang air kecil dan mengalami penurunan berat badan yang drastis.
Di sisi lain dunia, para ahli medis India Kuno (Ayurveda) seperti Sushruta dan Charaka pada abad ke-6 SM memberikan observasi yang lebih detail. Mereka adalah orang pertama yang menyadari bahwa urin dari orang dengan kondisi ini menarik perhatian semut karena rasanya yang manis. Mereka menyebut kondisi ini sebagai “Madhumeha” yang secara harfiah berarti “urin madu”.
Sushruta mencatat bahwa penyakit ini sering kali berhubungan dengan gaya hidup yang tidak aktif dan konsumsi makanan berlebih. Meskipun mereka belum memahami peran insulin atau pankreas, pengamatan mereka tentang hubungan antara pola makan dan gejala fisik menjadi fondasi awal bagi pemahaman metabolisme manusia di masa depan. Pendekatan sejarah ini mengajarkan kita bahwa kesadaran akan keseimbangan tubuh sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu.
